Kajian Dakwah

Seorang Mukmin Berada di Antara Dua Perkara yang Menakutkan

Posting: 31 July 2020 | Akhlak, Lainnya

Bagikan :

إن المؤمن يصبح حزينا ويمسي حزينا، ولايسعه غير ذلك، لأنه بين مخافتين

"Sesungguhnya seorang mukmin semestinya pada pagi hari dalam keadaan bersedih, dan pada sore hari dalam keadaan bersedih, dan tidak ada pilihan selain itu. Karena dia (berada) di antara dua perkara yang menakutkan:

بين ذنب قد مضى لايـدري مـا الله يصنع فيه

Antara dosa yang telah berlalu, dia tidak tahu apa yang Allah akan perbuat dengannya,

وبين أجل قد بقي لايدري مايصيبه فيه من المهالك

dan di antara ajalnya yang tersisa yang dia tidak tahu apa yang akan menimpanya berupa kebinasaan."

[Hasan Al-Bashry: Al-Hilyah jilid 2, hlm. 132]

*

Sedih deh baca perkataan Hasan Al-Bashry rahimahullah tersebut. Betul apa yang dikatakannya, kalau kita itu sebenarnya diapit oleh dua perkara yang harusnya kita perhatikan betul-betul:

1/ Dosa-dosa kita yang telah lewat di belakang dan entah apa yang akan Allah putuskan terkait itu,

2/ Ajal kita di depan yang kita nggak tahu kapan menyambangi dan entah su'ul khatimah atau husnul khatimah kesudahan kita ????????

Seringnya manusia itu banyak bersenang-senang dan memang itu yang banyak kita kejar di dunia ini. Padahal kesudahan yang nggak pernah pasti sedikitpun membayangi kita.

Manusia banyak tertawa di dalam kehidupan ini, padahal ia hanya akan mengeraskan hati. Sedang hati yang keras seringnya nggak bisa menerima nasihat apapun ????

Lho, apa kita nggak boleh tertawa ?

Bukan nggak boleh. Proporsional aja. Yang nggak boleh itu banyak tertawa.

Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak pernah baik kan? Islam ngasih panduannya begitu.

Lagian, kalau dipikir-pikir, kok bisa-bisanya sih ya kita ini banyak tertawa padahal di akhir nanti entah surga atau neraka yang akan kita masuki ????????

Yuk ah, banyak-banyak merenungi kehidupan ini yang cuma sekali. Menuju surga emang harus kita upayakan dengan banyak berbuat amal saleh. []